LAPORAN PERJALANAN TURING VIO KE BALI
Posted on May 4, 2006 - Filed Under Berita / Agenda /Event | Leave a Comment
Halo brothers, salam
scooterist !!!!….
Tanggal 8 sampai dengan 16 April 2006 lalu 10 orang VIOers rolling thunder
bersama Jakarta – Bali – Jakarta. Para peserta turing adalah :
1. Mas Boris
2. Mas Miftah
3. Mas Rizki
4. Mas Rahmat
5. Mas Tedjo
6. Pak Efendi
7. Mas Iwan
8. Mas Andre Caplang
9. Pak Chandra
10. ekosl
Beberapa peserta sudah berkumpul di lokasi KOPDAR VIO Jumat malam tanggal 7
April 2006 kecuali bro Andre Caplang yang didaulat sebagai mekanik masih harus
sibuk mempersiapkan sparepart cadangan guna keperluan turing tersebut di rumah
pak Efendi yang berada di kawasan Halim Jakarta Timur. Selepas KOPDAR pukul
24.00 WIB peserta berangkat bersama menuju kediaman pak Effendi diiringi oleh
beberapa bro VIO yang lain. Tiba di rumah pak Efendi kami masih punya kesempatan
untuk mengecek kembali kelayakan VESPA dan perlengkapannya. Disaat itu pula kami
mendapat kabar bahwa Pak Chandra(VIO BEKASI) ternyata jadi mau ikut serta dalam
turing ke bali bersama VIO. Pak Chandra akan menunggu di salah satu pom bensin
di bekasi. Setelah persiapan dirasa cukup kami kemudian beristirahat agar
tubuh kembali segar untuk berangkat selepas Sholat Subuh.
SABTU, 8 April 2006 (etape-I : Jakarta – Semarang)
Selepas Sholat Subuh kami semua sudah siap untuk berangkat menuju Bali. Karena
jalur PANTURA yang sedang kurang bagus maka kami sepakat untuk menempuh route
pertama menuju Semarang melalui kota Subang. Diawali dengan berdoa bersama
kemudian kami start menuju Bekasi untuk menjemput pak Chandra. Jalan pagi itu
cukup lancar hingga kami bertemu dengan Pak Chandra di sebuah pom bensin Bekasi.
Kemudian perjalanan dilanjutkan kembali menuju Cikampek. Di kawasan Tambun kami
berjumpa dengan Pak Agus Sespan yang juga sudah menunggu kami untuk ikut melepas
keberangkatan. Alhamdulillah saya dikasih kaca mata sama beliau.
Setelah itu kami teruskan perjalanan hingga kami beristirahat untuk Sarapan Pagi
di sebuah Rumah Makan Padang kawasan Cikampek. Perjalanan dilanjutkan melalui
kota Subang dan menuju Cirebon. Jalan yang relatif bagus, berliku-liku dan sepi
membuat perjalanan sangat mengasyikan dan lancar hingga kota Cirebon. Dari
Cirebon lanjut kembali menuju semarang melalui kota brebes dan tegal. Di Tegal
sore hari tim beristirahat sambil makan buah kelapa muda. Perjalanan
dilanjutkan kembali hingga masuk kota semarang selepas Maghrib dengan hujan
rintik2. Tim sepakat untuk istirahat makan siang di rumah makan SOTO SEMARANG.
Syukurlah pada saat tiba di rumah makan soto tersebut hujan turung sangat
lebatnya. Setelah makan soto dan menunggu hujan reda tim istirahat dan tidur2an
di kursi warung sambil sebagian ada yang iseng ngegodain cewek semarang yang
juga makan disitu. Hujanpun reda, karena hari telah larut malam tim memutuskan
untuk mencari penginapan di semarang untuk beristirahat. Kondisi jalan kota
semarang yang banjir sempat membuat tim agar kesulitan mencari penginapan.
Setelah muter2 cari penginapan tim tidak berhasil mendapatkannya, karena hampir
semua penginapan sudah penuh terisi. Akhirnya tim memputuskan untuk cari tempat
istirahat di sepanjang jalan yang menuju kota blora. Dengan kondisi hujan
rintik2 dan jalan yang tergenang air tim terus berjalan pelan ke arah jalan yang
menuju kota blora. Karena kondisi badan sudah letih dan dingin karen ahujan,
akhirnya tim berhenti pada sebuah POM BENSIN dan beristirahat disitu.
Saat beristirahat di pom bensin tersebut tim dihampiri oleh beberapa orang
scooterist kota semarang dan beberapa teman2 tim turing VIO sempat berbincang2
dengan mereka, kalo saya langsung tertidur hingga pagi harinya.
MINGGU, 9 April 2006 (etape-II : Jakarta – Proboloninggo)
Setelah beristirahat malam di pom bensin tesebut tim kembali melanjutkan
perjalanan. Namun sebelumnya tim sarapan pagi dulu, karena kebetulan
bersebelahan dengan pom bensin tempat tim beristirahat ada rumah makan yang
cukup nyaman untuk dinikmati.
Selepas sarapan tim kebali melanjutkan perjalan menuju kota blora. Perjalanan ke
kota blora sempat terhambat karena motornya pak Chandra tidak bisa diajak lari
alias ngedrop mesinnya, hingga kecepatan tidak bisa maksimal. Dan motornya bro
Rahmat sempet ngejim beberapa kali. Tiba di kota blora sudah siang hari. Tim
bertejumpa dengan anggota BLOVESO (Blora Vespa Owner) dan diajak ke bengkelnya.
Bro MIftah sempet ganti kanvas rem di bengkel tersebut sementara saya, Iwan &
Caplang berfoto2 di alun2 kota blora, dan kemudian bergabugn bersama di bengkel
BLOVESO. Kelar segala urusan di bengkel tersebut, tim diajak ke rumah ketua
BLOVESO. Di rumah tersebut tim dijamu minuman yang segar untuk menghilangkan
dahaga.
Tim kembali melanjutkan perjalanan. Di perjalanan selepas kota blora motor pak
Chandra masih belum bisa diajak kenceng. Perjalanan tetep dilanjutkan sambil
tengok kanan-kiri nyari bengkel motor matic. Melewati kota Cepu baru ketemu ada
bengkel mobil dan pak chandar mengganti oli motornya disana. Akhirnya tim tiba
di kota pasuruan pada malam hari selepas Isya. Karena bro Caplang dan Rahmat
tertinggal Tim istirahat sejenak sambil minum kopi disebuah warung tenda sambil
menikmati musik ala kadarnya. Setelah bro caplang dan Rahmat tiba dan minum kopi
juga tim kembali berjalan menuju kota Probolinggo. Tiba di Probolinggo pukul
24.00 WIB dan Tim kembali muter2 cari penginapan tapi tidak menjumpai penginapan
yang layak. Akhirnya diputuskan untuk beristirahat di Masjid Agung yang berada
di alun2 kota Probolinggo, namun sebelumnya tim makan malam di rumah makan
padang.
SENIN, 10 April 2006.
Pagi hari cuaca cerah sekali di kota Probolinggo. Badan juga terasa fit kembali
setelah istirahat malam di Masjid Agung Probolinggo. Tim dengan penuh keyakinan
kembali menempuh perjalanan menuju pulau dewata. Melewati kota probolinggo tim
sarapan pagi dan perjalanan dilajutkan hingga menjelang memasuki hutan sebelum
ketapang tim beristirahat di pom bensin. Kebetulan di pom bensin tersebut ada
tempat istirahat lesehan seperti saung2. Abis istirahat tim kebali bergerak ke
arah kota ketapang melalui hutan yang cukup lebat. Beberapa tim turing vio
memacu vespanya dengan kecepatan penuh melewati hutan tersebut. Karena konon ada
cerita bahwa hutan ini sangat rawan. Cuma saya, Iwan, Caplang dan pak Chandra
tetap berada di belakang karena memang motor pak Chandra masih belum bisa diajak
lari. Hingga akhirnya semua anggota tim berkumpul di warung yang berada didepan
penyebrangan ketapang untuk makan siang. Pukul 14.00 WIB tim baru bisa
menyebrang ke pulau bali.
Tiba di pulau bali tim harus menempuh perjalanan kembali menuju kota Denpasar.
Sebelumnya tim sempat berfoto terlebih dahulu di gapura memasuki pulau dewata
selepas penyebrangan gilimanuk. Jalan yang cukup mulus tim bisa memacu motor
dengan kecepatan penuh. Sungguh trek yang mengasikan dengan jalan yang
berliku-liku tim memacu kendaraan tanpa merasa lelah. Ahirnya tim tiba di kota
denpasar selepas Maghrib. Disana sudah menunggu bro Willi & Bro Eri. Kemudian
tim langsung menuju BANDARA NGURAH RAI untuk menjemput Istri & anaknya pak Pendi
yang menyusul dengan pesawat terbang. Kondisi hujan rintik2 akhirnya tim
tiba di bandara dengan kawalan beberapa bro scooterist dari bali. Setelah
berjumpat dengan istri dan putri pak Pendi tim langsung menuju ke sebuah rumah
makan padang di jl. raya kuta untuk makan malam. Abis makan malam tim begerak
kembali menuju Wisma PU masih di jl. raya kuta yang merupakan tempat
peristirahatan tim turing VIO di bali.
SELASA, 11 April 2006
Bangun pagi cuaca di lokasi tempat peristirahatan tim kurang bersahabat. Hujan
turun dengan lebatnya hingga tim cuman bisa bengong aja di wisma. Padalah dah
pada gatel pengen jalan2 menikmati indahnya pulau bali. Namun bersyukur akhirnya
hujan reda dan tim dengan semangat pejuang-45 menstarter vespanya masing2 dan
berjalan menuju TANAH LOT. Dari Tanah Lot tim langsung menuju ALAS KEDATON. Di
Alas Kedaton inilah salah satu anggota tim turing VIO yang merasa ASMARANYA
TERTUNDA dengan salah seorang gadis bali penjaja souvenir. Dari Alas Kedaton tim
kembali bergerak ke arah ULU WATU. Namun niat ke Ulu Watu pada akhirnya tidak
terpenuhi karena hari keburu sore. Tim pada akhirnya menuju ke PANTAI KUTA dan
menikmati pemandangan yang indah di sana. Di Pantai kuta itu pula kita bertemu
dengan skuteris dari Jember yaitu mas Dalbo dan kawan-kawan. Dari Pantai kuta
malam harinya tim kembali ke wisma mengikuti Mas Boris yang berada di depan.
Anehnya setelah berjalan cukup lama kok gak nyampe-nyampe ke wisma, padahal
sebenernya jarak dari kuta ke wisma tidak begitu jauh. Tim baru sadar setelah
lama berolling thunder ternyata tim diajak muter2 sama mas boris ke kota
denpasar terlebih dahulu untuk sosialisasi VIO kata pak korlap
. Akhirnya tim
kembali ke wisma dan bersiap-siap untuk makan malam di kawasan JIMBARAN. Dengan
menu ikan bakar yang lezat tim menimkatinya dengan penuh semangat sambil
memandangi pantai Jimbaran kuta yang indah di malam hari.
RABU, 12 April 2006
Pagi-pagi sekali pak Chandra dan teriak2 ngebangunin anggota tim yang masih
tertidur pulas untuk mengajak menikmati Matahari Terbit di PANTAI SANUR. Namun
tidak semua anggota tim bisa ikut serta, hanya saya, pak Chandra, mas Borris dan
Pak Pendi yang berangkat ke Pantai Sanur. Yang lainnya nanti akan menyusul.
Saya, pak Chandra dan putrinya pak Pendi bermain-main dengan perahu kano yang
kami sewa 10rb rupiah/1 jam. Ternyata asyik juga berperahu kano di pantai sanur.
Pak Chandra ternyata harus beberapa kali tercebur karena tidak bisa menjaga
keseimbangan tubuhnya di atas perahu kano. Abis main kano kami sarapan pagi
dengan menu nasi bali dan setelah kembali lagi ke wisma.
Siang harinya seluruh tim sudah siap untuk check out dari wisma dan menuju Pasar
Sukowati untuk berbelanja oleh-oleh. Dari pasar tersebut seluruh tim kembali
melanjutkan perjalanan ke Kintamani. Di Kintamani tim berjumpa dengan salah satu
anggota Guntur Scooter Club dan kemudian tim diajak ke sekretariat mereka.
Ternyata disanalah tempat para modifikator vespa berkarya. Terbukti ada beberapa
vespa yang sedang dimodifikasi masih dalam proses pengerjaan. Diantaranya ada
beberapa vespa yang sedang dirubah menjadi roda tiga, chooper, dan klasik.
Modifikator tersebut adalah Bro Bagong. Namun sayang tim tidak bisa bertemu
langsung dengan bro bagong karena yang bersangkutan sedang mengikuti upacara
adat. Tim mengucapkan terima kasih kepada istri mas Bagong karena sudah repot2
menjamu kami dengan baik.
Dari Kintamani tim kembali melalui jalan yang sama menuju rumah ketua club
Dewata Scooter club (bro Eka) di kawasan Ubud. Maksud tim kesana adalah untuk
membeli kaos sisa event DSC yang lalu. Namun sayang ternyata kaos tersebut tidak
berada di rumah bro Eka. Tim sempat ngobrol2 banyak dengan mas Eka tentang
kehidupan masyarakat bali disamping perbincangan masalah scooterist sambil
menikmati nasi bungkus ala padang. Akhirnya karena sudah malam tim pamit dan
kembali melanjutkan perjalanan menuju kediaman (rumah) saudaranya pak Pendi di
Denpasar untuk beristirahat disana.
KAMIS, 13 April 2006
Pagi hari dari rumah saudaranya pak Pendi Tim bersiap-siap untuk pulang ke
Jakarta. Setelah sarapan pagi dan berdoa bersama tim langsung tancap gas kearah
penyebrangan Gilimanuk. Tiba di Gilimanuk siang hari, tim beristirahat makan
siang sebelum menyebrang ke pulau jawa. Setelah tiba di pulau jawa tim langsung
bergerak ke arah kota Jember untuk menjumpai salah satu bro VIO (mas Wahyu)
disana.
Tiba di kota Jember menjelang Maghrib dan langsung disambut oleh bro Wahyu
diperbatasan kota Jember. Kemudian tim bersama mas Wahyu langsung menuju ke
rumah mas Wahyu. Istirahat dan makan malam dirumah mas Wahyu sungguh
mengasyikan. Tim bisa berbicara banyak dengan mas Wahyu dan beberapa brothers
dari Jember Scooter Club yang ikut bergambung disana.
Tim kembali melanjutkan perjalanan menuju kota Malam pada malam harinya dengan
dikawal oleh mas Wahyu sampai diluar perbatasan kota jember menuju malang. Tim
tiba diperbatasan kota Malang yang sudah ditunggu oleh mas Didik dkk pada pukul
02.00 dini hari. Dari perbatasan tersebut tim langsung dibawa oleh mas Didik dan
bro Scootman ke tempat peristirahatan. Tempat peristirahatan itu adalah juga
merupakan tempatnya bang Napi (scooterist malang) bekerja.
JUMAT, 14 April 2006
Dari lokasi peristirahatan tersebut tim langsung diajak oleh bro Totok (bro
budavest yg tinggal di malang) menuju ke rumahnya. Disana tim mandi dan sarapan
pagi. Menjelang siang tim bergerak kembali ke arah kota solo dengan terlebih
dahulu berfoto ria di tugu kota batu malang bersama bro dari scootman.
Perjalanan dilanjutkan melalui jalan yang berliku-liku setelah kota batu. Tim
sempat beristirahat sejenak ditengah hutan sambil menikmati buah durian. Setelah
itu perjalanan dilanjutkan sampai berhenti disebuah masjid untuk melakukan
sholat Jumat.
Usai sholat Jumat tim bergerak kembali menuju kota Kediri. Menjelang masuk kota
kediri saya, mas Boris dan mas Iwan terpisah dengan tim yang lainnya. Hingga
pada akhirnya tim berjumpa kembali di alun-alun kota kediri siang hari. Di alun2
tersebut tim berkesempatan untuk istirahat dan makan siang. Setelah makan siang
tim kembali melanjutkan perjalanan ke arah kota Solo.
Perjalanan ke kota Solo tim tidak bisa memacu vespa dengan cepat karena jalan
berlobang. Di hutan sragen selepas Maghrib vespanya mas Miftah melibas lobang
yang cukup dalam hingga dudukan shockbreaker belakang yang menyatu dg crankas
patah. Pada akhirnya vespanya mas Miftah harus diganjal balok kayu agar tetap
bisa berjalan hingga kota Solo. Di perbatasan kota solo mas Dikyo dkk sudah
menunggu dan langsung menggiring tim turing VIO menuju rumah orang tuanya mas
Dikyo. Di Rumah tersebut tim beristirahat hingga keesokan harinya.
SABTU, 15 April 2006
Pagi hari cuaca cerah di kota solo. Setelah mandi padi dan sarapan di rumah
orang tua mas Dikyo Tim langsung kembali melanjutkan perjalanan menuju kota
Jogya. Perjalanan kali ini tanpa mas Miftah, karena mas Miftah harus pulang
dengan BIS sementara Vespanya harus diangkut dengan kereta api menuju Jakarta
karena patah dudukan shockbreaker belakang. Tiba di kota Jogya menjelang siang
hari. Tim memarkirkan vespanya untuk beristirahat didepan pasar Bringharjo jl.
Malioboro Jogyakarta. Pada kesempatan itu pula tim makan siang disalah satu
rumah makan di jl. Malioboro tersebut.
Selepas makan siang tim dengan penuh semangat menyalakan mesin vespanya kembali
untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta. Namun kali ini vespanya bro
Caplang tidak bisa diselah sama sekali kick starternya alias macet. Akhirnya
vespa bro caplang distut sampai ke lokasi yang aman dan adem kawasan alun-alun
Yogyakarta untuk mengecek mesinnya. Hasilnya mesin terpaksa harus dibongkar dan
dibelah separuh untuk mengetahui penyebab kruk as macet. Setelah mesin berhasil
dibongkar baru ketahuan kalo SIL KRUK AS vespanya bro Caplang sobek (sempal) dan
sobekannya menggajal kruk as hingga macet. Bro Rahmat dan bro Rizki langsung
sigap mencari toko sparepart yang ada di kota jogya untuk membeli sparepart yang
rusak tersebut. Pukul 17.00 WIB vespanya bro caplang baru selesai diperbaiki dan
sudah siap untuk melanjutkan perjalanan lagi menuju Jakarta.
Perjalanan dari kota Jogya menuju Purworejo berjalan lancar. Namun setelah
purworejo menjelang kota Gombong hujan turun dengan lebatnya hingga timterpaksa
harus berhenti dan beristirahat disebuah rumah makan hingga pagi hari.
MINGGU, 16 April 2006
Perjalanan kembali dilanjutkan ke arah kota Banjar. Menjelang kota banjar
tepatnya dihutan wangon bro Iwan mengalami kecelakaan menabrak pengendara sepeda
karana mengantuk. Beruntung kondisi pengendara sepeda tidak begitu parah hanya
lecet-lecet dan diberi pengobatan oleh tim turing VIO. Setelah urusan selesai
dengan pengendara sepeda tim melanjutkan perjalanan hingga beristirahat makan
siang dirumah makan sunda menjelang kota Banjar. Usai makan siang saya minta
izin dengan mas Borris dan bro yang lainnya untuk berpisah dengan tim dan pulang
lebih dahulu menuju ke Tangerang, karena SENIN pagi saya harus kembali bekerja.
Lepas makan siang itu saya, bro iwan, bro rahmat dan pak Pendi berangkat
terlebih dahulu menuju kota Bandung. Sampai di Nagrek hingga padalarang saya
masih bersama bro Iwan. Namun setelah padalarang saya terus melanjutkan
perjalanan pulang ke Tangerang sementara bro Iwan berhenti beristirahat karena
mengantuk.
Setelah itu team melanjutkan perjalanan ke rumah masing-masing dengan selamat…
NOTE : Terimakasih
kepada rekan-rekan skuteris yang kami temui di perjalanan Jakarta Bali PP, yang
tidak bisa kami sebutkan satu persatu yang dengan semangat persaudaraan telah
menjamu, menolong da mengakomodasi Team Turing VIO.
Comments
Leave a Reply




