Berskuter, Kami Bersaudara
Posted on July 5, 2005 - Filed Under Artikel VIO | 2 Comments
Oleh: Frans Sartono
Jika sempat berkeliling Jakarta pada akhir pekan, Anda mungkin akan berpapasan dengan konvoi pengendara skuter. Mereka boleh jadi adalah para anggota klub penggemar skuter yang sedang menuju tempat “mangkal” masing-masing.
Tengoklah kawasan sekitar Monas. Di sana berkumpul keluarga besar Vespa Monas Club. Lihat juga di bilangan Jalan Mahakam, Jakarta Selatan, tempat anggota Jakarta Vespa Club berkumpul.
Daftar tempat mangkal menjadi panjang karena di wilayah Jabotabek ada sekitar 80 klub penggemar skuter dengan jumlah anggota lebih dari 4.000 orang. Sebagian dari klub itu menginduk pada Ikatan Vespa Indonesia (IVI).
Sekadar menambahkan, tengok juga di depan Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Di sana bergerombol kelompok Independent Scooter Taman Ismail Marzuki (ISTIM). Di taman lain, kali ini di sekitar Taman Makam Pahlawan Kalibata, berkumpul Brandal Scooter. Ada pula penggemar skuter yang kebetulan bernaung pada perusahaan sama seperti Vespa Owners Group (VOG) yang suka mangkal di depan kantor mereka di Palmerah Selatan.
Jangan lupa pula mampir ke kawasan di depan Masjid Raya, Tangerang, Banten. Di sanalah anggota Budavest berdiri. Budavest adalah singkatan dari Budak Vespa Tangerang yang kini beranggotakan 175 orang. Asal tahu saja, budak di sini diartikan sebagai anak-anak.
Anggota klub sangat variatif, mulai dari dokter hewan, marinir, mahasiswa, guru, karyawan swasta, pegawai negeri, ustadz, sampai polisi, bahkan ada pula yang masih menunggu pekerjaan mapan. Dalam kumpul anggota, mereka membicarakan segala hal, tetapi kebanyakan berkisar soal Vespa. Dari ajang itulah mereka bertukar info soal suku cadang yang dibutuhkan.
?Ada juga anggota yang dapat pekerjaan dari teman sesama anggota,? papar Herman (30), anggota ISTIM yang membuka bengkel di bilangan Jalan Otista III, Jakarta Timur.
Tak hanya nongkrong dan touring, klub juga melakukan bakti sosial. VOG yang beranggota 120 orang itu, misalnya, akhir Juli mendatang akan mengadakan khitanan massal di Subang, Jawa Barat, sekalian tur.
Klub-klub itu terbentuk dari rasa senasib sepenanggungan sebagai pengguna Vespa. JVC, misalnya, terbentuk dari pengguna yang sering menserviskan Vespa di sebuah bengkel di bilangan Jalan Wijaya, Jakarta Selatan. Mereka kemudian menggagas untuk membuat wadah kegiatan bagi pengendara Vespa. Pada Juni 1985 terbentuklah kemudian Jakarta Vespa Club (JVC).
?Tur pertama kami ke Cibodas diikuti 200 peserta. Setelah pulang tur, beberapa peserta mendirikan klub lain. Sejak itu klub penggemar Vespa bertambah,? kata Roni Rasjidi (48), salah seorang tokoh JVC.
Mereka kebanyakan mengaku jatuh cinta dengan skuter bermerek Vespa karena desain bodi yang dianggap unik, mesin yang praktis, serta ban serep yang mudah dipasang jika ban kempes.
?Buat cewek, Vespa itu asyik. Bodinya seksi? kata Yeti Widianti (27), anggota Brandal Scooter yang mempunyai Vespa tipe Gran Sport (GS) keluaran tahun 1965.
Penggemar Vespa yang tergabung dalam klub-klub itu terkategorikan dalam fokus-fokus berbeda. JVC, misalnya, cenderung pada pemeliharaan Vespa klasik. Klub Sitoracing memfokuskan pada sport termasuk balap I.
Bersaudara
Apa pun fokus kegiatan klub tersebut, mereka punya rasa persaudaraan sesama penggemar. Pada akhir pekan mereka kadang saling berkunjung ke tempat mangkal klub. Ada peraturan tak tertulis yang mengondisikan sesama pencinta untuk saling melambaikan tangan jika berpapasan di jalan meski mereka tidak saling mengenal.
?Kami enggak takut mogok di jalan. Kalau ketemu sesama anggota pasti akan ditolong meski kami enggak saling kenal. Kalau perlu ditarik ke bengkel terdekat,? kata Yudo (27), anggota ISTIM yang menggunakan Vespa tipe Super keluaran 1974 warisan sang eyang.
Yudo menyebut solidaritas antarpencinta skuter itu sebagai scooter brotherhood, persaudaraan antarpengguna. Persaudaraan itu berlaku bagi penggemar skuter di mana pun.
Dengar pengalaman Eko Sulistyanto, Sekretaris Budavest, ketika pada tahun 2000 melakukan tur Jakarta-Malang menuju Bromo. Menjelang malam, Eko dan lima anggota rombongan tiba di Solo, Jawa Tengah.
?Kami disamperin sesama anggota klub. Padahal, kami belum kenal dan belum pernah kontak. Kami diminta menginap di rumah anggota Bengawan Solo Club,? papar Eko tentang sambutan penggemar Vespa di Solo.
?Kalau kami nongkrong, itu sudah seperti saudara. Kami enggak pandang suku atau agama, semua boleh bergabung. Kami bersaudara tanpa gontok-gontokan,? kata Roni.
?Kami bersemboyan, berskuter kami bersaudara,? kata Yudo seperti mewakili semangat berkerabat penggemar skuter.
KILAS HOBI
“Sembra Una Vespa”
Syahdan, Rinaldo Piaggio mendirikan pabrik Piaggio pada tahun 1884 di Sestri Ponente, Genoa, Italia. Awalnya Piaggio memproduksi perlengkapan kapal, kemudian kereta. Tahun 1915 Piaggio mulai memproduksi pesawat terbang. Sepeninggal Rinaldo pada tahun 1938, Enrico Piaggio, anaknya, melanjutkan usaha.
Saat Perang Dunia II, Italia mengalami krisis transportasi publik. Bahan bakar terbatas dan harga mobil mahal. Piaggio lalu merancang moda angkutan yang murah, irit bahan bakar, praktis, lincah, serta dapat digunakan lelaki dan perempuan.
Tahun 1946 mereka memperkenalkan skuter. Perancang skuter memperkenalkan konsep desain kepada Enrico Piaggio. Dia berkomentar spontan. ?Sembra una vespa ?kelihatannya kayak tawon!? Vespa dalam bahasa Italia berarti tawon. Sejak itu skuter bikinan Piaggio itu disebut Vespa. (XAR)
Hikayat Skuter
Scooter berasal dari scoot yang artinya berlari kencang. Etimologi kata scoot berasal dari bahasa Skandinavia skjOta yang artinya menembak. Scooter, oleh kamus Webster dijelaskan sebagai kendaraan roda untuk anak-anak yang di sini dikenal sebagai otopet.
Terdapat jenis scooter dorong (push scooter) alias otopet dan motor scooter. Skuter adalah jenis kendaraan bermotor roda dua di mana pengendara duduk tanpa harus mengangkangi mesin.
Vespa diproduksi pada tahun 1946. Pada tahun 1947 perusahaan Inocentti, Italia, memproduksi skuter Lambretta. Skuter Lambretta sempat populer di Indonesia pada pertengahan era 1960-an. Lambretta tak berumur lama karena Inocentti bangkrut tahun 1970. Pada era 1980-an, Yamaha dan Honda mulai memproduksi jenis skuter. (XAR)
taken from ( http://www.kompas.com/kompas%2Dcetak/0507/03/keluarga/1859773.htm )
Comments
2 Responses to “Berskuter, Kami Bersaudara”
Leave a Reply





permisi agan-agan ,., ane lg nyari vespa tipe bebas tahun 90-an, bugdet 2jt-an. kalau ada yang mo jual kirim lewat email ane yah .,., kalau cocok ane ambil 3 unit.
ada dibanjarmasin klo agan mau.serius callme 081349377889 AMI